Ku rindu kembali pulang
Semenjak pertengkaran dengan mama dan papaku aku kabur dari rumah dan menginap di rumah sahabatku bernama ani. Sudah 5 minggu aku tak dirumah lama ku berkumpul bersama dengan keluargaku walapun aku terkadang kangen dengan suasana di rumah yang ceria. Aku juga tak kuliah selama 5 minggu ini dan aku bekerja di sebuah toko dekat rumah ani sebagai penjaga toko.
Suatu hari aku diajak oleh teman ku ke sebuah gereja agak jauh dari rumah ani. Aku dan ani duduk di bagian depan agak dekat dengan mimbar gereja. Gereja itu agak besar dan tidak terlalu megah,tempatnya bersih dan nyaman. Acara pun dimulai dengan lagu pujian dan penyembahan dilanjutkan dengan khotbah. Khotbah saat itu temanya adalah ku rindu kembali pulang, saat mendengarkan aku merasa rindu dengan keluarga ku saat di rumah lamaku yang nyaman dan salah satu yang pling aku rindukan adalah keluarga,mama,papa,adik yang lucu, dan sempat aku menangis mencucurkan air mata sedikit-demi sedikit, lalu ani bertanya “kenapa kamu menangis?”, aku pun menjawab “aku rindu dengan keluarga ku yang lama” sambil aku menjawab dengan agak termenggah-menggah. Saat altar call aku pun merasa terpanggil untuk maju kedepan, dengan air mata aku maju kedepan dengan lari lalu aku sampai dekat depan altar aku pun bersujut dengan menangis menyesali semua perbuatanku sampai semua orang heran dengan aku. Saat selesai altar call aku masih menangis sambil bersujut lalu pengurus gereja dengan pendeta menarik aku dengan pelan2 dibawa ke ruangan doa yang letaknya di sebelah mimbar. Sesampainya di dalam ruangan aku di beri pertanyaan “kenapa kamu menangis sampai altar call selesai?” aku pun menjawab “aku rindu dengan keluargaku.” Aku menceritakan semua kejadian ku dan pak pendeta mengajak ku kembali ke rumah ku dengan mobilnya. Aku sebentar ke rumah ani mengambil baju ku dan selanjutnya aku ke rumah ku. Sampainya aku mengetuk pintu rumahku, yang membuka pintu ternyata yang membukakan pintunya adalah mamaku aku langsung memeluk mamaku dengan erat dan aku bilang kepada mamaku dengan rasa terharu aku berkata “mama maaf kan semua perbuatan ku aku kabur dari rumah” dan mamaku memaafkan perbuatan ku.
By: sean